7 Strategi Membiasakan Siswa dengan Masker

Semuabisa.net, – ketika sekolah mulai dibuka kembali pada akhir musim panas, akan ada banyak pengalaman asing: rutinitas, jadwal, dan pedoman baru. Terutama bagi siswa muda, akan menjadi tantangan terbaik untuk menyesuaikan diri dengan mengenakan topeng dalam waktu yang lama.

Indonesia, yang kembali ke pengajaran di kelas akan memiliki berbagai peraturan dan protokol, dan kita perlu berpikir bersama tentang bagaimana kita dapat membantu siswa muda mengikuti protokol tersebut.

Orang tua dapat membantu dengan membiasakan anak-anak mereka menggunakan masker untuk meningkatkan interval bahkan sebelum sekolah dimulai, dan saya memiliki beberapa saran tentang bagaimana kita dapat memperkenalkan masker kepada siswa sambil menciptakan lingkungan yang aman dan dapat diprediksi untuk menghilangkan ketakutan dan kecemasan yang diharapkan dari perubahan ini.

Sangat penting bagi pendidik untuk berbagi perasaan dan sensasi mereka sendiri saat mengenakan topeng di beberapa minggu pertama sekolah. Ketika kita berbagi kerentanan, kekhawatiran, dan pertanyaan kita, kita dapat duduk di samping siswa kita dalam menciptakan ruang yang aman dan terbuka bagi mereka untuk mengungkapkan keprihatinan dan kekhawatiran mereka.

STRATEGI MEMULAI DENGAN MASKER

1. Tas yang menenangkan:

Barang-barang berwujud seperti Band-Aids, mint, catatan pribadi atau stiker penyemangat, pensil tambahan, dll. Sering kali dapat membuat nyaman ketika seseorang memperhatikan ketakutan atau kekhawatiran kita.

Daripada membagikan barang-barang ini, saat ini mungkin lebih baik jika guru membuat tas untuk setiap siswa — jika ada hibah atau dana lain yang tersedia — atau kirimkan daftar barang-barang tersebut ke rumah sehingga orang tua dan wali dapat membuat tas tersebut. Siswa menyimpannya di sekolah dan menggunakannya saat dibutuhkan. Apa yang akan Anda masukkan ke dalam tas yang menenangkan?

2. Rutinitas baru:

Guru harus memiliki tujuan dalam menciptakan rutinitas kelas untuk mengurangi rasa malu, ketidaknyamanan, kekhawatiran, atau kecemasan yang mungkin dimiliki siswa tentang penggunaan masker. Banyak dari siswa kami tidak akan terbiasa dengan penggunaan masker, jadi rutinitas dan struktur yang dapat diprediksi dapat membantu mereka merasa tenang dan siap untuk belajar. Rutinitas dapat mencakup hal-hal seperti menggambar atau menjurnal pikiran.

3. Hubungan dengan orang tua:

Surat kepada orang tua yang menguraikan prosedur dan rutinitas kelas akan meredakan kecemasan mereka dan anak-anak mereka. Guru juga dapat menggunakan surat ini untuk mengundang orang tua membagikan perayaan dan tantangan yang telah dialami anak-anak mereka selama beberapa bulan terakhir.

Berikut beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan untuk ditanyakan kepada orang tua:

  • Apa dua atau tiga cara terbaik yang dapat saya lakukan untuk menciptakan pengalaman positif bagi anak Anda tahun ini?

  • Silakan bagikan kenangan favorit Anda tentang anak Anda. Apa yang membuatnya tersenyum dan tertawa?

  • Apa yang Anda butuhkan dari saya yang akan membantu keluarga Anda?

  • Apa cara saya dapat membantu anak Anda menyesuaikan diri dengan topeng tahun ini?

  • Apakah ada perubahan di rumah yang akan membantu saya untuk mengetahui? (Anda dapat membingkainya sebagai pertanyaan ya / tidak, dan memberi orang tua opsi untuk menjelaskan jika mereka mau.)

  • Bagaimana kita bisa bekerja sama tahun ini? Adakah yang ingin Anda ajarkan atau bagikan dengan kelas kita tahun ini?

4. Masker wajah dan kekuatan pahlawan super:

Ini adalah praktik perhatian terfokus baru yang dirancang di sekitar topeng. Tanyakan kepada siswa siapa mereka superhero, dan mintalah mereka semua untuk membuat pose kekuatan. Saat mereka menahan pose ini, minta mereka bernapas dalam tiga tarikan napas dalam-dalam, tahan selama beberapa detik, dan kemudian embuskan kekuatan super yang ingin mereka kirimkan kepada diri mereka sendiri, seseorang yang mereka sayangi, atau dunia.

5. Pertanyaan pertemuan pagi:

Ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat digunakan guru dalam minggu pertama atau kedua saat siswa terbiasa dengan topeng mereka dan satu sama lain.

  • Bagaimana topeng melindungi kita?

  • Apakah Anda tahu ada pahlawan super yang memakai topeng?

  • Mungkin kita semua bisa menghias topeng kertas kita sendiri? Warna, bentuk, dan desain apa yang Anda inginkan pada topeng Anda?

6. Minggu tema:

Minggu -minggu pertama sekolah akan terasa berat bagi banyak pendidik dan siswa. Terkadang mengalihkan perhatian kita dari topeng bisa lebih mudah terjadi jika kita fokus pada hal lain. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menetapkan tema minggu dengan berbagai asosiasi dan koneksi.

Ide termasuk hal-hal seperti Pekan Warna Favorit, Pekan Hewan, Minggu Tradisi Favorit, Minggu Artis, Minggu Musik, dan Minggu Teman Saya. Anda juga dapat meminta saran dari siswa agar mereka merasa diberdayakan oleh temanya. Guru dan siswa bersama-sama juga dapat melakukan kegiatan untuk tema tersebut.

7. Latihan membaca emosi:

Kami mampu membaca ekspresi wajah dari mata ke atas. Guru dapat meluangkan beberapa menit sehari untuk mempraktikkan ini. Mintalah seorang siswa yang mengenakan topeng memikirkan suatu perasaan dan mencoba mengungkapkannya dengan wajah mereka, dan mintalah kelas untuk menebak emosi atau perasaan tersebut.

Pilihan lainnya adalah dengan meletakkan topeng kecil pada emoji di bagan perasaan. Siswa dapat bekerja untuk menjadi ahli dalam membaca ekspresi wajah orang yang memakai topeng, yang bisa menjadi ritual menyenangkan yang mengurangi kecemasan dan ketakutan.