Bagaimana cara mengetahui jika seseorang sedang berbohong

By | 31/07/2020
Loading...
Loading...
Loading...

mengetahui jika seseorang sedang berbohong

Cara mengetahui seseorang berbohong atau tidak

CARA PERTAMA seseorang berbohong atau tidak

  1. Lihat gerak gerik ekspresi Mikro.

Dari mata yang tidak fokus,pegang hidung karena gatal hingga bibir agak terbuka sedikit juga bisa jadi tanda seseorang berbohong atau tidak. Tapi temen saya pernah lolos dari kesalahan pada saat diwawancarai guru dengan tatap matanya dengan tajam. Gurunya percaya aja bahwa dia jujur.

Loading...

2. Kasih pertanyaan spontan yang membutuhkan waktu untuk memberikan jawaban. Karena kalau kita berbohong, otak akan berpikir lebih keras untuk menjawab dibandingkan dengan yang tidak. Tapi tidak berlaku untuk pertanyaan yang jawabannya sudah dipikirkan oleh pembohong.

3. Alat pendeteksi kebohongan. Konon katanya masih bisa lewat juga dengan mengubah detak jantung atau bayangkan sesuatu yang menyenangkan agar tidak gugup saat ditanya.

CARA KEDUA  seseorang berbohong atau tidak

1. Pembohong menghindari menyebutkan diri sendiri

Loading...

Ketika pembohong mendistorsi kebenaran, mereka cenderung menghindari pembicaraan tentang diri mereka sendiri. Mereka berbicara atau menulis tentang orang lain sebagai orang ketiga, seolah menjadikan mereka sebagai ‘kambing hitam’ dan bersalah.

2. Sikap bicara pembohong ke arah yang negatif

Pembohong biasanya mengucapkan hal yang negatif karena mereka merasa tidak sadar bersalah atas kebohongan mereka sendiri. Misalnya, saat Anda dan pasangan akan janjian bertemu, jika ia berbohong, ia akan mengucapkan kata-kata negatif “Maaf aku terlambat, aku terjebak dalam kemacetan karena orang-orang bodoh itu.” Padahal, ia masih berada di rumah.

3. Penjelasan pembohong yang singkat

Seorang pembohong biasanya cenderung menjelaskan sebuah masalah secara sederhana dan singkat karena otak mereka menolak untuk memikirkan kebohongan yang rumit. Penghakiman atau evaluasi adalah hal kompleks yang sulit untuk dihitung.

4. Pembohong menggunakan kata-kata yang membingungkan

Meskipun ada penjelasan sederhana, seseorang yang sedang berbohong akan menggunakan struktur kalimat yang rumit dan berputar-putar, memasukkan kata-kata yang berlebihan dan rincian yang tidak masuk akal.

Jika Anda tidak dapat melihat sinyal di atas tapi masih ragu tentang apakah Anda sedang dibohongi atau tidak, cobalah perhatikan baik-baik mata lawan bicara Anda. Ketika sedang bohong, orang akan cenderung gugup yang mengakibatkan detak jantung meningkat dan pelebaran pupil mata.

Loading...

CARA KETIGA  seseorang berbohong atau tidak

Catching lie adalah game mencocokkan. Mencocokkan jawaban mereka dengan ekspresi wajahnya, gerak tubuhnya.

Loading...

Misalnya begini. Ada seorang wanita yang mengaku diperkosa/menjadi korban kejahatan seksual.

Apakah dia jujur?

Umumnya, wanita yang menjadi korban kejahatan seksual akan menunjukkan kesedihan yg mendalam (agony), seperti bibir yg mengerucut kebawah, pergerakan di daerah dahi (menunjukkan bahwa ini kejadian yg emosional), body languange defensiv karena ia adalah korban assault, dan saat dikonfrontasi dengan pelaku, ia akan merasa takut, ditandai dengan alis yang naik dan lower lid yang rileks (aku tidak tahu bahasa Indonesianya apa).

Jika wanita itu sedih, meneteskan air mata, namun tidak ada pergerakan di daerah dahi, mungkin saja ia berbohong. You can catch the lie another way, misalnya mewawancarai terdakwa pemerkosa. Umumnya, tindak perkosa adalah keinginan pelaku terhadap power yang besar, sehingga jika dia dihadapkan dengan perlakuan yang memberi ia kuasa (in manner of speaking), ia akan menunjukkan microexpression bangga, dagunya akan sedikit naik keatas, senyum yang asimetrik.

Sayangnya, menurut Paul Ekman, semakin trivial /sepele kebohongan yang disampaikan, semakin mudah pula untuk berbohong. Karna untuk menyampaikan kebohongan yang sepele, kita tidak menutupi body language terlalu banyak.

Sebagai latihan, kamu bisa menonton televisi, perhatikan baik baik ekspresi wajah dan gerakan tubuh narasumber yg sedang diwawancara. Saya sering melakukan ini, untuk melatih sense of catching lies.

Misalnya, pada suatu acara berita mengenai pemboman Gereja, narasumber yang merupakan pemuka salah satu agama mengatakan: “Kami sangat menyesal mengenai hal ini. Ini merupakan pencorengan dalam agama kami.”

Hal ini menunjukkan bahwa ia menyesal, menunjukkan rasa bersalah. Namun mikroexpression yang saya temukan adalah, senyum asimetrik dan dagu yang terangkat keatas. Senyum asimetrik adalah tanda contempt, atau ia merasa bahwa seseorang/sesuatu di dalam konteks ini pantas mendapatkan perlakuan itu, dan dagu yang terangkat adalah body language seseorang saat bangga.

Silahkan artikan sendiri.

Sumber : quara.com

Loading...

Loading...

Assalamu'alaikum tolong beri masukan