MUHAMMADIYAH DAN POLITIK
MUHAMMADIYAH dalam POLITIK

MUHAMMADIYAH DAN POLITIK

MUHAMMADIYAH DAN POLITIK

Kiprah politik Muhammadiyah dalam perjuangan partai islam terlihat pada tahun 1938, setelah SI ( partai syarikat islam ) mengambil tindakan disiplin terhadap Muhammadiyah dan persis ( Persatuan Islam ).

Tokoh-tokoh Muhammadiyah bersama organisasi islam lainnya mendirikan Partai Islam Indonesia ( PII ). Kondisi demikian juga berjalan pada masa perjuangan partai-partai, dengan menempatkan diri sebagai anggota istimewa partai, seperti dalam Masyumi dan Partai Muslimin Indonesia pada awal berdirinya.

apakah politik itu

Setelah perjuangan partai tidak bisa membawa aspirasi Muhammadiyah, ditambah dengan kebijakan pemerintah tentang penyederhanaan partai, maka Muhammadiyah lewat dua muktamarnya, masing-masing muktamar 37 di Yogyakarta dan muktamar 38 di ujung pandang  menegaskan kembali sikapnya bahwa kegiatan politik praktis bukan bidang garap Muhammadiyah.

Di masa Orde Baru, dimensi politik Muhammadiyah muncul dalam bentuk kontribusi saran-saran, pertimbangan dan pandangan-pandangan terhadap lembaga legislatif dan lembaga eksekutif, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan.

Praktis Muhammadiyah hanya mengandalkan kekuatan lobbinya terhadap pihak-pihak pengambil keputusan di bidang politik, dengan misi utamanya “ Membela kepentingan Islam dan umatnya ”.

Kalau di telusuri lebih jauh, Muhammadiyah melalui para pemimpinnya sangat aktif dalam pendirian negara bangsa Indonesia, baik untuk perumusan filsafah dan ideologi negara – bangsa maupun  peraturan tata kehidupan bernegara dan berbangsa hingga perjuangan riil membela kemerdekaan dan membangun serta mengisi kemerdekaan tersebut.

Assalamu'alaikum tolong beri masukan