Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

By | 08/05/2018

Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

Berbagai  mengenai traan tragedi berdarah tahun 1965 di Indonesia telah banyak ditulis sejarawan dalam maupun luar negeri. Penulisan sejarah terkait dengan peristiwa tersebut, seringkali berkutat pada persoalan siapa yg bersalah atau siapa yg patut disalahkan. Unsur tersebut bisa dapat menjadi penting, sekaligus tidak penting, tergantung dari mana sejarawan melihat peristiwa sejarah tersebut. Agar bisa dapat memberikan informasi yg baru dan tidak sekedar menampilkan tulisan yg relatif sama dengan tulisan lainnya, penulis mencoba menelisik lebih lanjut terkait dimensi lokalitas peristiwa pembantaian massal yg terjadi di Desa Sungegeneng, Kec. Sekaran, Kab Lamongan, Jawa Timur tahun 1965-1966.

Dendam Kusumat Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

Pembantaian massal terhadap anggota/simpatisan PKI/BTI dipicu oleh beredarnya informasi yg dikeluarkan oleh Soeharto bahwa PKI adalah penghianat. Informasi tersebut di tegaskan dngn munculnya dekrit presiden pasca dikeluarkannya Supersemar 1966.

  1. Dekrit tersebut menegaskan bahwa PKI merupakan organisasi terlarang&memerintahkan pembubaran partai dan semua organisasi afiliasinya.1 Informasi tersebut menimbulkan kekacauan di berbagai daerah di Indonesia. Di Jombang dan kediri misalnya, pembantaian massal terhadap orang-orang yg dianggap anggota/simpatisan PKI/BTI berlangsung sengit.

    Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

  2. Pengedropan terhadap orang-orang yg dianggap sebagai anggota/simpatisan PKI/BTI dilakukan atas inisiatif dari beberapa pihak dalam masyarakat. Melalui inisiatif tersebut, loji-loji di pabrik tebu sebagai camp (tempat berkumpul ) para pekerja kelas dua pabrik tebu Tjukir menjadi sasaran utama dalam proses pengedropan. Pembantaian pun berlangung&korban berjatuhan tepatnya pada sabtu malam, 9 Oktober 1965. Berbeda halnya di Kediri, hari-hari berdarah berskala besar berlangsung setelah pengejaran di Jombang. Akan tetapi, pertarungan kecil-kecilan antara beberapa kelompok Anshor dengan orang-orang yg dianggap sebagai anggota/simpatisan PKI/BTI telah terjadi pada 5 Oktober 1965.
  3. Beberapa faktor yg berperan terhadap pembantaian massal di Jombang dan Kediri ialah Amok, Provokasi PKI, Konflik Agama dan Perang Suci, Konflik Kelas, Konflik Aliran, Lemahnya Integrasi Nasional, Tekanan Ekonomi, serta Balas Dendam Tentara dan genocide oleh Negara.
  4.  Di Desa Sambirejo, Kec. Mantingan, Kab Ngawi, Jawa Timur, faktor pendorong terjadinya pembantaian massal adalah aksi sepihak yg dilakukan oleh anggota/simpatisan PKI/BTI.

Menurut Kasdi, anasir terjadinya aksi sepihak yg dilakukan anggota/simpatisan PKI/ BTI, karena organisasi ini memiliki kekuatan dominan di beberapa desa di wilayah Jawa Timur, sedangkan yg menjadi sasaran aksi sepihak adalah para tuan tanah yg secara umum banyak menjadi anggota/simpatisan PNI atau NU.

Dipenghujung tahun 1965, informasi tentang PKI sebagai penghianat dan harus di tumpas sampai ke akar-akarnya mulai menyebar di Desa Sungegeneneg Kec. Sekaran Kab Lamongan Jawa Timur. Melalui jaringan militer, informasi tersebut ditindak lanjuti oleh Koramil dan Polsek Kec. Sekaran sebagai institusi paling bawah dalam struktur militer.

Koramil dan Polsek melakukan koordinasi dengan Kec. Sekaran u/ melakukan identifikasi terhadap anggota/simpatisan PKI/BTI didalam masyarakat. Sebagai institusi pemerintahan yg berada di atas desa, pihak Kec. Sekaran melakukan identifikasi anggota/simpatisan PKI/BTI di masyarakat. Pihak-pihak tersebut mengumpulkan organisasi anti komunis di tingkat desa yg ada di wilayah Kec. Sekaran.

Beberapa organisasi yg dianggap anti komunis adalah NU, Muhammadiyah dan PNI. Beberapa organisasi yg difasilitasi oleh tiga serangkai (Koramil, Polsek, dan Kec. Sekaran), kemudian melakukan pembersihan terhadap anggota/simpatisan PKI/BTI. Pada tahap di sini, konflik keluarga, konversi tanah, agama, pemilihan kepala desa atau sekedar tidak suka, terakumulasi cukup lama, sehingga menjadi dendam kesumat.

Pembantaian Massal di Desa Sungegeneng, Kec. Sekaran

Berbagai faktor yang memicu pendorong munculnya pembantaian massal di Desa Sungegeneng sangat kompleks. Kompleksitas faktor pendorong tersebut tidak berdiri sendiri. Faktor pendorong yg paling kuat mengalami pergeseran dan simultan. Ketika pemicunya dilepas, faktor pendorong utama mengalami pergeseran secara cepat, sehingga meluap dalam bentuk pembantaian massal.

Dengan demikian, yg menjadi pertanyaan adalah apa faktor pendorong utama, sebelum pembantaian massal berlangsung?; bagaimana pergeseran dari faktor pendorong satu melebur dengan faktor pendorong lainnya?

Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

Untuk melihat serta menganalisis peristiwa tragedi kemanusiaan di Desa Sungegeneng, Kec. Sekaran, Kab Lamongan, kami murni menggunakan sumber lisan. Sumber lisan yg kami tampilkan disini tentunya memiliki tingkat kredibilitas yg tinggi, dimana beberapa pelaku sejarah yg masih hidup menjadi sumber utama dalam proses pengumpulan data yg dibutuhkan.

Untuk menghindari adanya kebohongan dari para pelaku sejarah, silang informasi menjadi bagian penting dalam menentukan informasi mana yg layak ditampilkan sebagai data.

Pembantaian Massal di Desa Sungegeneng, Kecamatan Sekaran

Pembantaian Massal Desa Sungegeneng

Kabupaten Lamongan, Jawa Timur tahun 1965-1966.
Oleh: Nasihin

 

Baca Juga :   macam desa di kecamatan maduran
Ok

Assalamu'alaikum tolong beri masukan