Pengertian panu dan penyebab panu

By | 28/02/2019
Pengertian panu dan penyebab panu

Pengertian panu dan penyebab panu

Penyakit kulit panu atau pityriasis versicolor (kadang-kadang disebut tinea vesicolor) merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan munculnya bercak putih-bercak putih kecil pada kulit. Warna bercak putih tersebut bisa lebih terang atau lebih gelap dari warna kulit asli, bahkan ada juga yang berwarna merah atau merah muda.

Seiring waktu, bercak putih-bercak putih tersebut bisa makin banyak atau bahkan melebar. Selain menyebabkan penyakit kulit tampak berubah warna, panu juga dapat menyebabkan kulit penderitanya menjadi kasar atau terasa bersisik.

Bagian tubuh yang paling sering terkena panu adalah punggung, lengan, perut, dada, dan leher.penyakit kulit Panu memang tidak berbahaya. Namun  panu bisa mengganggu penampilan dan menyebabkan ketidaknyamanan dengan gejala gatalnya. Kalian bisa mengobati panu dengan menggunakan obat-obatan anti-panu yang dijual bebas di apotik tanpa resep dokter.

Penyebab Panu

panu

Pengertian panu dan penyebab panu

Malassezia ( panu ) merupakan sejenis jamur yang menyebabkan terbentuknya panu. Pada umunya, jamur ini tidak menyebabkan masalah pada kulit dan umum ditemukan pada kulit manusia, terutama pada orang dewasa. Diduga jamur kulit ini hidup pada kulit 9 dari 10 orang dewasa. Lalu lantas kenapa Malassezia kemudian menimbulkan panu? Diduga kulit mulai teriritasi ketika jamur kulit ini mulai berkembang biak dengan pesat.

Baca Juga :   Istilah yang ada di CSSD

Penyakit kulit ( Panu ) bukanlah penyakit menular dan tidak terkait dengan tingkat kebersihan yang buruk. Karena itu belum bisa dijelaskan secara pasti kenapa Malassezia berkembang biak secara pesat pada beberapa orang, sedangkan pada sebagian orang lainnya tidak. Namun ada beberapa faktor yang diduga mendukung terjadinya perkembangbiakan secara pesat tersebut, diantaranya adalah kulit berminyak, keringat berlebihan, usia remaja atau awal 20-an, dan tinggal di daerah lembab bersuhu hangat.

Pengobatan Panu

Mengobati panu dengan krim antijamur

Di Indonesia, krim atau salep antijamur merupakan obat antipanu yang paling umum digunakan. Krim ini juga biasanya disarankan untuk mengobati bercak putih panu yang masih tergolong sedikit.

Krim antijamur banyak tersedia di apotik dan supermarket. Agar efektif dalam mengobati penyakit kulit ini dan mencegah kembalinya panu, penderita yang memilih pengobatan ini perlu mengikuti cara pemakaian sesuai dosis yang benar. Krim antijamur biasanya dioleskan dua kali sehari selama 1-2 minggu. Jika panu belum sembuh total setelah 2 minggu, lanjutkan penggunaan krim atau konsultasikan ke dokter Kalian.

Mengobati panu dengan sampo antijamur

Alternatif kedua dari pengobatan panu adalah dengan menggunakan sampo antijamur. Sampo antijamur seperti selenium sulfida dan ketoconazole tersedia diberbagai apotik dan dapat dibeli tanpa memerlukan resep dari dokter.

Baca Juga :   virus adalah

Jika Kalian memilih sampo antijamur sebagai cara pengobatan panu, bacalah aturan pakai serta potensi efek-sampingnya sebelum memulai pemakaian. Ada sebagian orang yang mengalami iritasi pada kulit atau sensasi rasa terbakar ketika memakai sampo antijamur. Hal ini dapat ditangani dengan mengencerkan sampo dengan air sebelum digunakan.

Jika panu Kalian kembali kambuh setelah sembuh, ulangilah pengobatan dengan menggunakan sampo antijamur ini. Namun jika Kalian menginginkan bentuk pengobatan lainnya, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

Mengobati panu dengan tablet antijamur

Jika sampo dan krim antijamur terbukti tidak efektif, Kalian bisa mencoba tablet antijamur. Obat Tablet  ini juga baik digunakan bagi kasus panu yang luas penyebarannya. Penderita disarankan untuk membaca semua aturan pemakaian tablet antijamur terlebih dahulu agar bisa efektif dalam membasmi panu. Beberapa efek samping yang mungkin dirasakan adalah Sakit Perut dan ruam pada kulit. Efek samping akan hilang setelah tubuh menyesuaikan diri dengan obat ini atau setelah pemakaian obat dihentikan. Konsultasikan pada dokter jika panu tidak kunjung sembuh atau Kalian tidak dapat menoleransi tablet antijamur.

Mencegah kambuhnya panu

Perlu Kalian ingat bahwa meskipun panu sudah pernah diobati, kondisi tersebut bisa kambuh. Maka bagi kita yang pernah mengalami panu, disarankan untuk tetap menggunakan sampo antijamur meskipun penyakit kulit tersebut telah sembuh. Tentu saja frekuensi penggunaan sampo antijamur untuk pencegahan berbeda dengan pengobatan. Untuk pencegahan, biasanya hanya disarankan menggunakannya dua hingga empat minggu sekali. Sampo antijamur merupakan jenis obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Jadi jika habis, kita bisa langsung membelinya ke apotik.

Baca Juga :   Lindungi Sistem Kekebalan Tubuh Anda

Bagi mereka yang menderita panu parah dan membutuhkan penanganan dengan tablet antijamur, biasanya dokter akan menyarankan mereka untuk tetap mengonsumsi tablet tersebut setelah sembuh nanti sebagai bentuk pencegahan. Biasanya hanya selama beberapa kali saja dalam satu bulan.

Macam – macam panu

  • cara mengobati panu
  • pengobatan panu
  • perawatan panu
  • penyebab panu di leher
  • panu tidak gatal
  • berapa lama panu akan hilang
  • ciri ciri panu akan hilang
  • pengertian kudis
  • tinea versicolor adalah pdf
  • tanda tanda panu akan sembuh
  • apakah panu menular
  • cara mengobati panu parah
  • ciri ciri penyakit panu pada anak
  • artikel panu
  • apakah panu bisa sembuh
  • penyebab rasa gatal pada panu
  • pengertian kurap
  • artikel tentang panu
  • pengertian kadas
  • masa inkubasi penyakit panu
  • klasifikasi jamur tinea versicolor
  • jamur malassezia furfur
  • latar belakang penyakit panu
  • penularan penyakit panu
  • patofisiologi panu

Ok

Assalamu'alaikum tolong beri masukan