SURAT BUAT ANAKKU TERSAYANG
Anakku Dikala saya sudah tua nanti janganlah kamu memarahiku karena saya tidak bisa mengurus diriku seperti saya mengurus dirimu diwaktu masih kecil. Dikala saya tidak bisa memakai pakianku sendiri maka jangnlah kamu memarahiku ingatlah ketika saya mengajarimu memakai baju diwaktu kamu masih kecil.

SURAT BUAT ANAKKU TERSAYANG

Loading...
Loading...

SURAT BUAT ANAKKU TERSAYANG

SURAT BUAT ANAKKU
Inilah ibumu yang dulu selalu tegar merawat dan membesarkanmu tapi kini saya sudah terjatuh maka tuntunlah saya seperti saya menuntunmu sampai kamu dewasa sekarang 

puisi ini buat

Anakku
Dikala saya sudah tua nanti janganlah kamu memarahiku karena saya tidak bisa mengurus diriku seperti saya mengurus dirimu diwaktu masih kecil. Dikala saya tidak bisa memakai pakianku sendiri maka jangnlah kamu memarahiku ingatlah ketika saya mengajarimu memakai baju diwaktu kamu masih kecil.

Anakku

Janganlah kamu merasa jenggkel ketika saya menanyakan hal yang sama berulang kembali ingatlah saya ketika membacakan cerita sampai dirimu terlelap tidur saya selalu membacakannya berulang.
Anakku yang kusayang
Sabarlah ketika saya sudah tak mampu berjalan lagi ingatlah ketika saya mengajarimu berjalan ketika kamu masih kecil.

Anakku

Janganlah kamu merasa malu ketika saya sudah tak mampu membersihkan kotoranku sendiri ingatlah dikala diriku membersihkan kotoranmu di waktu kamu masih kecil.

Loading...

Anakku

Bersabarlah ketika saya memmbangunkanmu ditengah malam saat dirimu terlelap tidur ingatlah dikala saya terbangun ditengah malam karena mendengar tangisanmu.
Anakku yang kucintai
Jaganlah kamu membentakku ketika saya sudah mulai pikun karena umurku yang mulai bertambah, ingatlah dikala saya mengingatkanmu akan segala sesuatu yang tidak kamu ketahui.
Anakku Yang Kurindukan
Jangnlah kamu merasa bosan ketika saya menyuruhmu untuk menjengukku, inagtlah ketika kamu selalu memintsaya untuk menamanimu.

Anakku

Janganlah kamu melarangku untuk berbuat sesuatu yang saya suka, ingatlah ketika saya membiarkanmu melsayakan semua keinginanmu.
Anakku yang kusayang
Dikala saya sudah sangat tua, ketika penyakit telah menggerogotiku janganlah kamu mengeluh saat merawatku ingatlah ketika saya merawatmu ketika dirimu sakit.

Anakku

Dikala rambutku sudah mulai memutih janganlah kamu merasa malu atas perubahan yang terjadi pada diriku, ingatlah jikala saya memperlihatkanmu pada orang lain saat dirimu lahir karena dahulu saya selalu membanggakanmu, merwatmu dengan penuh kasih sayang maka rawatlah saya seperti saya merawatmu. Saya tidak pernah melihat pertumbuhanmu hari demi hari menuju kedewasaan maka jangnlah kamu merasa bosan melihat perkembangnku yang semakin hari semakin tidak bernilai sesungguhnya tiada kata yang bisa kuucapkan kecuali selalu mendo’akanmu. Tiada hal yang sangat ingin kulihat kecuali kesuksesanmu.

Anakku

Loading...

Inilah ibumu yang dulu selalu tegar merawat dan membesarkanmu tapi kini saya sudah terjatuh maka tuntunlah saya seperti saya menuntunmu sampai kamu dewasa sekarang.
Buatlah ibumu bangga akan semua prestasimu bukan kesalahanmu karena itulah harapan ibumu.

Dari Ayah Ibumu Yang Selalu Menyayangimu

Kau pernah berbicara “Mama, jangan pergi&bekerja di tempat yg jauh. Tinggal dan bekerja saja di Jakarta, ya?” Sebagai ibu, saya sempat bimbang mendengar permintaanmu. Saya tuliskan surat ini, berharap kau kelak membaca dan memahami surat ini saat beranjak dewasa dan punya semangat anak muda untuk menjelajahi dunia.

Tahun lalu, saya jauh darimu karena bertugas di Sudan Selatan, sebuah negara muda yang baru berdiri. Pertempuran sengit mengoyak negara ini, memaksa ribuan orang melarikan diri dari rumahnya,termasuk anak-anak kecil sepertimu. Rombongan keluarga, laki-laki, perempuan, dan anak-anak harus berjalan jauh melintasi sungaidan rawa-rawa. Mereka harus menahan lapar dan haus selama berhari-hari dalam pelarian melelahkan ini. Sebelum terjadi masa sulit ini, mereka hanyalah warga biasa yang hidup di kampung-kampung kecil. Anak-anak bersekolah dengan semangat, dan orang dewasa bekerja di ladang. Namun, pertikaian ini telah  menghancurkan hidup mereka dan memaksa mereka melarikan diri ke tanah yang tandus dan gersang. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung dari deraan cuaca panas dan dingin, kini telah menjadi tempat yang berbahaya.

Kini, ‘rumah’ baru mereka adalah barisan tenda pengungsi yang dikelilingi sampah serta bau menyengat kotoran manusia.. Sungguh  sulit bagiku menyaksikan orang-orang ini hidup sehari-hari dalam kondisi yang  tak manusiawi. Saat dalam kesendirian, saya mengingatmu, Hadi. Saya bersyukur kau sehat dan hidup dalam lingkungan yang aman di Jakarta. Hanya saja saya tak mampu menahan tangis ketika memikirkan betapa sulitnya anak-anak seumurmu bertahan hidup dalam keadaan buruk di Sudan Selatan. Setiap malam, mereka menggigil kedinginan dalam selimut yang harus dibagi dengan seluruh anggota keluarga.

SURAT BUAT ANAKKU TERSAYANG

Di Sudan Selatan, saya menjadi bagian dari tim MSF mengelola sebuah rumah sakit yang melayani para pengungsi. Tempat ini menjadi satu-satunya yang merawat mereka yang sangat sakit dan tak dapat lagi ditangani di klinik. Hanya kamilah yang merawat pasien  tuberculosis (TBC)  dan HIV di kamp pengungsi ini. Di sini juga ada bangsal khusus yang digunakan untuk merawat anak-anak. Saya tak sendiri, ada beberapa rekan kerja yang bertugas sebagai petugas klinis, dokter, dan perawat di rumah sakit. Tugasku memastikan pelayanan rumah sakit berjalan seefisien mungkin agar kami dapat merawat pasien lebih banyak dengan kualitas lebih baik.

Saya telah menghabiskan waktu selama empat bulan di Sudan Selatan. Selama itu saya melihat bangsal anak dengan 25 ranjang hampir selalu dipenuhi pasien. Lebih dari separuhnya menderita gizi buruk,banyak dari mereka bahkan belum berusia lima tahun. Tak sedikit anak-anak yang kami rawat dan sudah dipulangkan, akhirnya kembali lagi ke rumah sakit ini Hidup di kamp pengungsi bukanlah hal mudah bagi anak-anak kecil ini.

SURAT BUAT ANAKKU TERSAYANG

Suatu hari, ada seorang pasien kecil yang tiba di rumah sakit bersama ibunya. Dia seorang bayi berusia satu tahun yang tampak sangat lemah dan pucat. Ibunya bercerita bahwa keluarganya tak punya makanan cukup untuk mereka sehingga si bayi menderita gizi buruk. Berat badannya hanya 5.7 kilogram, hanya separuh dari berat badan ideal bayi seusianya di Sudan Selatan. Jangankan untuk berjalan, untuk makan atau menyusu  dari ibunya pun dia tak sanggup karena terlalu lemah. Hatiku sangat terpukul  melihat dia lunglai dalam dekapan ibunya, dengan mata tertutup. Kami merawatnya di bangsal anak-anak sebagai pasien ITFC (Intensive Treatment Feeding Centre), di mana ia mendapat perhatian lebih dan perawatan intensif guna memulihkan keadaannya.

Hadi, berada di Sudan Selatan membuatku menghargai hal-hal penting dalam kehidupan yang selama ini kuanggap biasa saja, seperti air bersih yang selalu mengalir dari kran dan bisa tidur di malam hari dengan lelap. Saya berharap suatu hari nanti kau akan ikut bersamsaya  dalam perjalanan selanjutnya bersama MSF. Terima kasih telah mengizinkanku menjadi seorang dokter seperti yang kucita-citakan.

 

Peluk sayang ibumu,

Baca juga : surat demo

Loading...

Loading...
Loading...

This Post Has 2 Comments

  1. Anonim

    mnyentuh bgt,..

  2. muhammad furqon

    trimakasih gan….

Comments are closed.