Wali di Lamongan
wali lamongan

Wali di Lamongan

Wali di Lamongan

Sejarah Sembilan Wali / Walisongo

“Walisongo” berarti sembilan orang wali” Mereka ialah Maulana Malik Ibrahim, Kangjeng Sunan Ampel, Kangjeng Sunan Giri, Kangjeng Sunan Bonang, Kangjeng Sunan Dradjad (Drajat-lamongan), Kangjeng Sunan Kalijaga, Kangjeng Sunan Kudus, Kangjeng Sunan Muria, serta Kangjeng Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun 1 sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid

Wali yang ada di daerah Lamongan :

Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Kangjeng Sunan Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan Kangjeng Sunan Bonang. Diperkirakan Kangjeng Sunan Drajat yang bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun 1470 M
Kangjeng Sunan Drajat mendapat tugas pertama kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di Dusun

Jelog –pesisir Banjarwati atau Lamongan sekarang. Tapi setahun berikutnya Kangjeng Sunan Drajat berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan padepokan santri Dalem Duwur, yang kini bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.

Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Kangjeng Sunan Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi cara berkesenian yang dilakukan Kangjeng Sunan Muria. Terutama seni suluk.

Baca juga : WBL

Maka ia menggubah sejumlah suluk, di antaranya ialah suluk petuah “berilah tongkat pada si buta/beri makan pada yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang’.

Kangjeng Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang bersahaja yang suka menolong.pondok pesantrennya, beliau banyak memelihara anak-anak yatim-piatu dan fakir miskin.

  • makam dowo lamongan
  • makam kangjeng Sunan di lamongan
  • kangjeng Sunan drajat lamongan
  • makam wali di tuban
  • makam kangjeng Sunan drajat
  • ziarah di lamongan
  • tempat keramat di lamongan
  • wisata religi di lamongan

 

Assalamu'alaikum tolong beri masukan