WISATA TAMBANG MINYAK TRADISIONAL BOJONEGORO

By | 10/06/2019
wisata wonocolo bojonegoro

WISATA TAMBANG MINYAK TRADISIONAL BOJONEGORO

wisata bojonegoro

wisata wonocolo bojonegoro

TAMBANG MINYAK TRADISIONAL 

Tambang Minyak tradisional ini terdapat di Desa Hargomulyo dan Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan, kurang lebih  50km barat laut Kota Bojonegoro.  Wisata yang di banggakan dari kawasan ini ialah adanya tambang minyak secara tradisional dengan cara menimba. Meskipun secara tradisional  namun cara ini bisa menggali sumber minyak hingga kedalaman 800 meter ke dalam perut bumi.
Destinasi ini merupakan petrolium geoheritage, yang mana pengunjung bisa menyaksikan secara langsung bagaiman minyak bumi di tambang secara tradisional. Dan merupakan satu-satunya wisata minyak yang masih menunjukkan proses alaminya.
Wisata ini biasa di sebut “Little Teksas Bojonegoro” teksasnya masyarakat Bojonegoro. Teksas sendiri merupakan kepanjangan dari tekad selalu aman dan sejahtera, yang terinspirasi dari Texas Amerika Serikat.
Kawasan ini dilengkapi dengan persewaan trail adventure, mountain bike, fun bike dan jeep adventure yang akan membawa pengunjung menikmati adventure disana. By : Bojonegoro.go.id

Lokasih minyak tua di Wonocolo

pernah mendengar ladang minyak tua di Wonocolo Kedewan? Atau tepatnya di desa Wonocolo, Kec Kedewan,kabupatenBojonegoro, Jawa Timur.  Perjalanan dari Blora mengambil arah Cepu dan selanjutnya memasuki kawasan Hutan jati yang rindang dan asri hingga akhirnya tiba di lokasi.

Wonocolo eksplorasi minyak bumi secara tradisional


Wonocolo adalah satu-satunya desa di Indonesia dan mungkin di dunia yang
masyarakatnya melakukan eksplorasi minyak bumi secara tradisional.

Pada awalnya, Ladang Minyak itu ditemukan oleh Dordsche Petroleum Maatschappij (DPM), Perusahaan Belanda pada tahun 1879. Tambang Minyak Bumi dan Gas Alam tersebut saat ini dikelola secara tradisional dan mekanis. Penambangan tradisional dikelola oleh masyarakat dengan peralatan sederharna untuk pengambilan minyak (sumur) dengan
rata-rata kedalaman 500 meter dan dengan sumur pompa tangan (penemuan baru) dengan kedalaman 28 meter, sedangkan sebagian lagi menggunakan tehnologi yang memanfaatkan mesin mobil sebagai penggerak. Stoop Adrian, Engineer DPM yang menemukan minyak mungkin akan terkejut jika dia mengetahui bahwa minyak di area wonocolo masih dieksplorasi dengan teknologi unik yang ia lakukan pada 130 tahun lalu. Salah satu lokasi produksi minyak secara

tradisional di Wonocolo


Lapangan Minyak tua di Wonocolo ini
dioperasikan oleh masyarakat sekitar yang memproduksikan sumur – sumur tua milik Pertamina dan Humpuss yang sudah tidak ekonomis lagi. Artinya sumur tersebut sudah tidak banyak mengandung HC (Hidrokarbon) dalam hal ini kandungan light oil (minyak ringan)
-nya sudah tipis. Masyarakat ini tidak membor sumur baru lagi akan tetapi mereka hany memproduksikan dan menyulingnya saja. Menara pemboran (rig) dibuat dari kayu yang menyerupai susunan api unggun besar. Tempat pengolahan minyak atau refinery – nya saja hanya menerapkan sistem subag (sawah di bali) yang dibuat bertingkat dari atas ke bawah dan minyak mengalir secara otomatis dari atas ke bawah.

wisata wonocolo bojonegoro


Rangka truk yang digunakan untuk produksi minyak di wonocolo Minyak yang dihasilkan oleh sumur2 tersebut
didominasi oleh heavy oil (minyak berat) yang kita kenal sebagai solar. Mereka mempunyai tempat pemasaran tersendiri dengan sistem bagi hasil tradisional. Pasar merekapun berada di bis2 Ngawi dan Sragen. Di daerah lain minyak mereka tidak laku karena proses pengolahan-nya tidak baik (kualitas yang
dihasilkan tidak memenuhi standar) dan akan merusak mesin jika dipakai. kebanyakan pasar mereka adalah bis2 tua dan alat2 pertanian di dua daerah tersebut. Pihak PERTAMINA EP Cepu dalam hal ini Distrik Kawengan tidak “berdaya” menghadapi ulah dari masyarakat ini.

Seharusnya seperti apa yang kita ketahui dalam UUD 45′ bahwa eksploitasi minyak dan gas bumi dan kekayaan alam di Indonesia mempunyai regulator dalam hal ini Dirjen dan pihak perusahaan yang terkait.

Bagaimana dengan lapangan minyak di Wonocolo ini?


Masyarakat memproduksikan minyak dengan tenaga utama (prime mover) rangka truck hino dan motor vespa. Hal itu mereka lakukan karena mereka merasa tidak pernah menerima bagian / upah dari eksploitasi minyak di daerah Cepu pada umumnya dan lapangan minyak wonocolo pada khususnya.

Hal ini menyebabkan mereka mengambil tindakan secara ilegal. Jika dihitung dalam perhitungan ekonomi perminyakan, PERTAMINA merugi karena lapangan tersebut sebenarnya masih sangat
ekonomis akan tetapi bukan di sumur2 tua tersebut.
MDC by : https://www.facebook.com/pengolahan.migas/posts/wonocolo-old-oil-fieldsudahkah-pernah-mendengar-ladang-minyak-tua-di-wonocolo-ke/176469545880785/

Wisata Terbaru Jawatimur

[socialpoll id=”2553725″]

  • wisata bojonegoro photos
  • wisata bojonegoro atas angin
  • wisata kuliner bojonegoro
  • wisata bojonegoro terbaru 2018
  • wisata bojonegoro gofun
  • wisata bojonegoro 2018
  • taman wisata sariyo bojonegoro regency east java
  • wisata wana dander kabupaten bojonegoro jawa timur
  • wisata jawa timur terbaru
  • wisata jawa timur 2018
  • primadona baru wisata jatim
  • tempat wisata di jawa timur yang belum terkena
  • wisata pantai jawa timur
  • peta wisata jawa timur lengkap
  • wisata perkebunan di jawa timur
  • wisata adventure di jawa timur
  • wisata bojonegoro terbaru 2019
  • wisata bojonegoro terbaru 2020
  • wisata bojonegoro terbaru 2021

Baca Juga :   wayang krucil hampir punah dari Bojonegoro
Ok

Assalamu'alaikum tolong beri masukan